Jumat, 30 Desember 2011

PEMBELAJARAN ALAM PADA KITA

-->
KESAKSIAN SUNITA WILLIAMS: MEKAH DAN MADINAH TAMPAK TERANG DARI LUAR ANGKASA

Ketika bagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebagian kecil bumi yang nampak terang yaitu Mekah dan Madinah. Sunita William, seorang astronaut pertama India yang pada tanggal 2 Juli 2007 berada di angkasa luar, mengatakan bahwa dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop ada 2 tempat yang sangat berbeda, yaitu Mekah dan Madinah. Kedua tempat itu nampak terang dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya dibelahan bumi. Masa Allah, Allah Maha Besar.

Keterangan: sebelah kiri adalah kota Madinah dan kanan adalah kota Mekah, Saudi Arabia

Selain itu, fenomena lain yang ditangkapnya adalah ketika gelombang suara dari bumi tidak mampu merambah luar angkasa, dia ternyata bisa menangkap suara Adzan. Apakah ini suatu keanehan, atau merupakan suatu jalan dari Allah untuk menunjukkan sisi-sisi kebenaran kepada sang Astronout?. Dikhabarkan setelah peristiwa ini, Sunita Williams secara spontan memeluk agama Islam. Allahu Akbar, bila khabar ini adalah suatu kebenaran.Sunita Williams sendiri adalah seorang astronot kelahiran Ohio tanggal 19 September 1965 dari orang tua berketurunan India-Slovenia. Menikah dengan Michael J. William, seorang Polisi Federal di Oregon, USA. Sebagai astronot pertama India, dia memegang rekor perjalanan luar angkasa untuk wanita : berada diluar angkasa terlama (195 hari), dan berjalan diluar angkasa (29 jam, 17 menit). Kapan wanita Indonesia bisa seperti ini?.Salam.
Sumber : Kompasiana.com


-->

Misteri Ka’bah (Kesaksian Neil Amstrong)

Neil Amstrong telah membuktikan bahwa kota Mekkah adalah pusat dari planet Bumi. Fakta ini telah di diteliti melalui sebuah penelitian ilmiah.
Ketika Neil Amstrong untuk pertama kalinya melakukan perjalanan ke luar angkasa dan mengambil gambar planet Bumi, dia berkata, “Planet Bumi ternyata menggantung di area yang sangat gelap, siapa yang menggantungnya ?”

Para astronot telah menemukan bahwa planet Bumi mengeluarkan semacam radiasi, secara resmi mereka mengumumkannya di internet. Tetapi sayangnya, 21 hari kemudian website tersebut tidak dapat ditemukan ketika kita melakukan pencarian melalui mesin pencari situs website. Itu artinya website tersebut telah dihapus dan sepertinya ada alasan tersembunyi dibalik penghapusan website tersebut.
Setelah melakukan penelitian lebih lanjut, ternyata radiasi tersebut berpusat di kota Mekkah, tepatnya berasal dari Ka’bah. Yang mengejutkan adalah radiasi tersebut bersifat infinite (tidak berujung). Hal ini terbukti ketika para peneliti tersebut mengambil foto Planet Mars, radiasi tersebut masih berlanjut terus. Para peneliti Muslim mempercayai bahwa radiasi ini memiliki karakteristik dan menghubungkan antara Ka’bah di Planet Bumi dengan Ka’bah di alam akhirat.
Di tengah-tengah kutub utara dan kutub selatan, terdapat suatu area yang disebut sebagai ‘Zero Magnetism Area‘. Artinya, apabila kita mengeluarkan kompas di area tersebut, maka jarum kompas tersebut tidak akan bergerak sama sekali karena daya tarik antara kedua kutub sama besarnya.
Itulah alasannya, jika seseorang tinggal di Mekkah, maka ia akan hidup lebih lama, lebih sehat, sebab ia tidak terkena banyak pengaruh kekuatan gravitasi. Karena itu, ketika kita mengelilingi Ka’bah, maka diri kita seakan-akan di-recharged oleh suatu energi misterius. Hal ini adalah fakta yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Penelitian lainnya mengungkapkan bahwa batu Hajar Aswad merupakan batu tertua di dunia dan bisa mengambang di air -berbeda dengan batu lainnya yang umumnya tenggelam di air. Di sebuah museum di Inggris, ada tiga buah potongan dari batu Hajar Aswad. Pihak museum mengatakan bahwa bongkahan batu-batu tersebut bukan berasal dari sistem tata surya kita.
Dalam salah satu sabdanya, Rasulullah SAW bersabda : “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya berwarna hitam”.
Ada juga sebuah kabar yang mengatakan bahwa Neil Amstrong mendengar sayup-sayup suara aneh ketika menancapkan bendera negaranya di Bulan. Diduga suara tersebut adalah suara kumandang adzan. Ia terheran-heran, bagaimana bisa suara seperti itu bisa sampai ke Bulan yang nota bene memiliki jarak cukup jauh dari Bumi.
Entah, ia dapat menemukan jawaban atas pertanyaannya itu atau tidak. Beberapa waktu kemudian, dikabarkan pula bahwa ia kemudian memeluk agama Islam karena pengalaman anehnya itu. Wallahu’alam
Sumber : Kompasiana.com

Dari dua tulisan di atas dapatlah kita renungkan bahwa ilmu yang dimiliki manusia  tiada artinya dibandingkan dengan ILMU ALLAH, SWT.



Tidak ada komentar: